Review Nikon DF

Kamera DSLR Full-frame sering menjadi idaman para pecinta fotografi serta para fotografer profesional. Dengan Df, Nikon ingin menghadirkan sebuah kamera DSLR full-frame yang memiliki konsep yang berbeda dengan biasanya, berikut ini adalah review Nikon DF.

Konsep & Desain

Sebelumnya perlu diingat bahwa kami mengulas Nikon Df dari sudut pandang pecinta fotografi, sehingga ulasan mengenai hasil foto murni diuji dalam format JPEG. Dilihat dari sisi desain, Nikon Df mengadopsi filosofi desain FM-2 yang legendaris walaupun ada beberapa penyesuaian yang dilakukan Nikon. Desainnya amat ergonomis dan pas di tangan. Bodinya juga kokoh, berkat rangka magnesium alloy dan penyekat agar air hujan dan debu tidak masuk ke dalam bodinya. Bahkan penutup baterai juga dibuat bergaya “retro”, dengan mekanisme putar sebagai pengunci. Walaupun ukurannya cukup besar, bobot Df cukup ringan dan tidak berbeda jauh dengan Nikon D7100.

nikon

Sayangnya walaupun ukurannya cukup besar, grip yang diberikan cukup kecil sehingga kurang menyatu dengan tangan. Bodinya yang relatif ringan juga membuatnya kurang ideal saat dipasangkan dengan lensa yang panjang dan berat. Estetika desain Df juga khas, dengan tampilan retro yang tetap terlihat canggih. Bagian belakang dan atas didominasi tombol-tombol fisik berukuran cukup besar yang memudahkan pengaturan berbagai fungsinya. Misalnya, Anda dapat langsung mengatur kecepatan shutter dengan memutar kenop di sebelah tombol shutter. Begitu juga dengan ISO dan exposure compensation yang terletak di bagian atas sebelah kiri. Namun mengubah setting tersebut di atas tidak dapat dilakukan dengan cepat mengingat Anda harus menekan tombol pengunci sambil memutarnya.

Fitur 

Mengingat ini adalah kamera yang ditujukan bagi fotografer yang sudah cukup mahir, Anda hanya menemukan 4 mode pemotretan yaitu M, S, A, dan P yang diletakkan di atas LCD. Walaupun bergaya retro, Nikon Df telah dilengkapi AF drive motor sehingga dapat menemukan fokus otomatis saat menggunakan lensa AF-D atau lensa merek lain yang tidak dilengkapi motor. Bahkan Nikon Df juga kompatibel dengan lensa lama Nikon yang memiliki mount pre-Ai dan Ai-S. Menu yang dimiliki Df tidak berbeda dengan kamera DSLR Nikon kelas menengah atas, walaupun ada beberapa pengaturan yang kini langsung dapat disesuaikan menggunakan tombol yang ada. Untuk beberapa pengaturan yang lazim digunakan, seperti kecepatan shutter, setting ISO, exposure compensation,

Nikon menyertakan tombol putar. Agar tidak mudah terputar secara tidak sengaja, Nikon menggunakan tombol pengunci yang harus ditekan untuk memutar tombol putar tersebut. Walaupun tujuannya baik, namun dalam praktiknya, mekanisme ini akan memperlambat pengaturan setting kamera. Viewfinder optikal yang digunakan Df sama seperti D4, sehingga Anda dijamin akan puas saat menggunakannya. Selain jernih dan cerah, lubang intip pentaprisma ini juga terasa luas. Layar LCD 3,2 incinya juga dapat menampilkan hasil foto yang ditangkapnya dengan tajam dan baik.

Performa 

Yang paling membuat kami kagum adalah hasil foto Df. Selain tajam, hasil foto JPEG Nikon Df hadir dengan warna yang cukup natural dengan saturasi yang cukup dan tidak berlebihan. Namun yang benar-benar patut diacungi jempol adalah noise di ISO tinggi yang amat bersih. Dari pengujian selama 1 minggu, saya menyimpulkan bahwa Nikon Df cukup aman untuk digunakan memotret hingga ISO 6400. Bahkan di setting ISO 12800 hingga 25600, hasil foto Nikon Df juga cukup bagus untuk dicetak cukup besar. Sebagai kamera profesional,

Nikon Df memiliki performa yang amat cepat. Saat dicoba dengan lensa 50mm f/1. 8 yang menjadi paketnya, Nikon Df terbukti dapat menemukan fokus dengan amat cepat di berbagai kondisi. Bahkan di kondisi minim cahaya, fokus dapat ditemukan dengan akurat dalam waktu relatif singkat. Ini tidak mengherankan mengingat Nikon Df menggunakan sensor CMOS 16 megapixel yang juga digunakan di Nikon D4, kamera DSLR full-frame kasta tertinggi Nikon. Jadi sebenarnya Nikon Df yang dibandrol di kisaran 33 juta rupiah sebenarnya relatif cukup murah, mengingat Nikon D4 dijual di atas 50 juta rupiah.

Kesimpulan 

Nikon Df merupakan kamera digital yang cukup langka. Dengan kualitas foto kelas wahid serta desain bergaya retro, Nikon Df berhasil menggabungkan dunia fotografi analog dan digital. Konsep kembali ke fotografi murni yang lebih “lambat” seperti di era kamera film menjadi mantra Nikon untuk menjual Df. Ini juga terlihat dari keputusan Nikon yang menghilangkan fungsi perekaman video di Nikon Df. Untuk harganya, walaupun relatif murah, 30 juta rupiah masih cukup tinggi untuk sebuah kamera DSLR Full-Frame.

Jadi siapakah yang cocok untuk menyandang Df? Bagi Anda yang mementingkan hasil foto di berbagai kondisi cahaya dan menginginkan sebuah kamera DSLR Full-frame cantik tapi canggih, Nikon Df merupakan salah satu pilihan terbaik untuk saat ini. Bagi fotografer profesional dengan ritme kerja yang cukup santai, Nikon Df juga dapat diandalkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *